BANYUWANGI – Matahari belum tinggi saat Sertu Ikhwan melangkahkan sepatu boot lorengnya ke pematang sawah Dusun Sumberwadung, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kamis (7/5/2026). Babinsa Koramil 0825-21/Kalipuro itu tak sekadar patroli. Ia menggelar Komunikasi Sosial untuk memotret langsung keadaan wilayah binaannya di awal musim tanam 2026, mulai dari kondisi irigasi hingga kesiapan petani menghadapi ancaman gagal panen.
Di tengah lahan yang masih dalam tahap pengolahan, Sertu Ikhwan duduk melingkar bersama sejumlah petani setempat. Satu per satu kondisi wilayah dibedah: debit air di saluran sekunder yang mulai menyusut, pintu air tersier yang jebol, tumpukan sampah di gorong-gorong, hingga keluhan petani soal keterlambatan pupuk subsidi. Semua temuan lapangan dicatat Sertu Ikhwan sebagai bahan laporan dan koordinasi dengan PPL serta Dinas Pertanian Banyuwangi.
“Komsos ini cara Koramil 0825-21/Kalipuro membaca keadaan wilayah secara riil. Kalau kita tahu masalahnya sejak dini, solusinya bisa lebih cepat. Jangan tunggu padi menguning baru kita panik,” tegas Sertu Ikhwan. Ia menyebut musim tanam tahun ini cukup rawan karena perubahan cuaca dan keterbatasan pupuk. Karena itu, Babinsa harus jadi mata dan telinga pertama di lapangan. Selain berdiskusi, ia juga mengecek kondisi bibit, mengukur ketinggian air, dan mensosialisasikan pupuk organik cair buatan Koramil 0825-21/Kalipuro sebagai alternatif.
Danramil 0825-21/Kalipuro Kapten Inf Setyo Budi mendukung penuh langkah anak buahnya. Menurutnya, pembinaan teritorial bukan hanya soal keamanan, tapi juga ketahanan pangan dan stabilitas wilayah. “Babinsa wajib paham keadaan wilayah sampai ke petak sawah. Kalau ada saluran rusak atau pupuk telat, Koramil 0825-21/Kalipuro harus yang pertama bergerak. Ini bentuk kehadiran negara di tengah rakyat,” ujarnya. Kapten Setyo Budi menambahkan, laporan dari Babinsa menjadi dasar Koramil untuk menggerakkan stakeholder terkait.
Metode blusukan Sertu Ikhwan terbukti efektif. Warga merasa didengar karena aparat datang langsung ke lokasi, bukan menunggu laporan di kantor. Salah satu petani mengaku lega karena keluhan soal irigasi akhirnya ditindaklanjuti cepat. “Pak Babinsa mau kotor-kotoran lihat gorong-gorong mampet. Biasanya kami hanya bisa nunggu, sekarang langsung didampingi sampai ke dinas,” kata petani yang ditemui di lokasi. Kehadiran Koramil 0825-21/Kalipuro membuat petani lebih tenang menghadapi musim tanam.
Koramil 0825-21/Kalipuro berkomitmen menjadikan Komsos pemetaan wilayah sebagai kegiatan rutin setiap awal musim. Selain mencegah gagal panen, langkah ini memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan di bidang pangan dan sosial. “Tugas kami menjaga wilayah tetap kondusif. Kalau petani aman menanam, warga aman makannya. Itu arti kemanunggalan TNI dan rakyat yang sebenarnya,” tutup Sertu Ikhwan sambil menunjuk peta saluran irigasi yang sudah ia tandai titik rawan.
